Selasa, 07 Februari 2012

Berbagai Definisi Asam


Istilah "asam" merupakan terjemahan dari istilah yang digunakan untuk hal yang sama dalam bahasa-bahasa Eropa seperti acid (bahasa Inggris), zuur (bahasa Belanda), atau Säure (bahasa Jerman) yang secara harfiah berhubungan dengan rasa masam. Dalam kimia, istilah asam memiliki arti yang lebih khusus. Terdapat tiga definisi asam yang umum diterima dalam kimia, yaitu definisi Arrhenius, Brønsted-Lowry, dan Lewis.
Arrhenius: Menurut definisi ini, asam adalah suatu zat yang meningkatkan konsentrasi ion hidronium (H3O+) ketika dilarutkan dalam air. Definisi yang pertama kali dikemukakan oleh Svante Arrhenius ini membatasi asam dan basa untuk zat-zat yang dapat larut dalam air.
Brønsted-Lowry: Menurut definisi ini, asam adalah pemberi proton kepada basa. Asam dan basa bersangkutan disebut sebagai pasangan asam-basa konjugat. Brønsted dan Lowry secara terpisah mengemukakan definisi ini, yang mencakup zat-zat yang tak larut dalam air (tidak seperti pada definisi Arrhenius).
Lewis: Menurut definisi ini, asam adalah penerima pasangan elektron dari basa. Definisi yang dikemukakan oleh Gilbert N. Lewis ini dapat mencakup asam yang tak mengandung hidrogen atau proton yang dapat dipindahkan, seperti besi(III) klorida. Definisi Lewis dapat pula dijelaskan dengan teori orbital molekul. Secara umum, suatu asam dapat menerima pasangan elektron pada orbital kosongnya yang paling rendah (LUMO) dari orbital terisi yang tertinggi (HOMO) dari suatu basa. Jadi, HOMO dari basa dan LUMO dari asam bergabung membentuk orbital molekul ikatan.

Walaupun bukan merupakan teori yang paling luas cakupannya, definisi Brønsted-Lowry merupakan definisi yang paling umum digunakan. Dalam definisi ini, keasaman suatu senyawa ditentukan oleh kestabilan ion hidronium dan basa konjugat terlarutnya ketika senyawa tersebut telah memberi proton ke dalam larutan tempat asam itu berada. Stabilitas basa konjugat yang lebih tinggi menunjukkan keasaman senyawa bersangkutan yang lebih tinggi.

Sistem asam/basa berbeda dengan reaksi redoks; tak ada perubahan bilangan oksidasi dalam reaksi asam-basa.

Sifat-sifat

Secara umum, asam memiliki sifat sebagai berikut:
Rasa: masam ketika dilarutkan dalam air.
Sentuhan: asam terasa menyengat bila disentuh, dan dapat merusak kulit, terutama bila asamnya asam pekat.
Kereaktifan: asam bereaksi hebat dengan kebanyakan logam, yaitu korosif terhadap logam.
Hantaran listrik: asam, walaupun tidak selalu ionik, merupakan cairan elektrolit.

Sifat kimia

Dalam air, reaksi kesetimbangan berikut terjadi antara suatu asam (HA) dan air, yang berperan sebagai basa,

HA + H2O ↔ A- + H3O+

Tetapan asam adalah tetapan kesetimbangan untuk reaksi HA dengan air:



Asam kuat mempunyai nilai Ka yang besar (yaitu, kesetimbangan reaksi berada jauh di kanan, terdapat banyak H3O+; hampir seluruh asam terurai). Misalnya, nilai Ka untuk asam klorida (HCl) adalah 107.

Asam lemah mempunyai nilai Ka yang kecil (yaitu, sejumlah cukup banyak HA dan A- terdapat bersama-sama dalam larutan; sejumlah kecil H3O+ ada dalam larutan; asam hanya terurai sebagian). Misalnya, nilai Ka untuk asam asetat adalah 1,8 × 10-5.

Asam kuat mencakup asam halida - HCl, HBr, dan HI. (Tetapi, asam fluorida, HF, relatif lemah.) Asam-asam okso, yang umumnya mengandung atom pusat ber-bilangan oksidasi tinggi yang dikelilingi oksigen, juga cukup kuat; mencakup HNO3, H2SO4, dan HClO4. Kebanyakan asam organik merupakan asam lemah.

Larutan asam lemah dan garam dari basa konjugatnya membentuk larutan penyangga.

Sejarah

Sekitar tahun 1800, banyak kimiawan Prancis, termasuk Antoine Lavoisier, secara keliru berkeyakinan bahwa semua asam mengandung oksigen. Lavoisier mendefinisikan asam sebagai zat mengandung oksigen karena pengetahuannya akan asam kuat hanya terbatas pada asam-asam okso dan karena ia tidak mengetahui komposisi sesungguhnya dari asam-asam halida, HCl, HBr, dan HI. Lavoisier-lah yang memberi nama oksigen dari kata bahasa Yunani yang berarti "pembentuk asam". Setelah unsur klorin, bromin, dan iodin teridentifikasi dan ketiadaan oksigen dalam asam-asam halida ditemukan oleh Sir Humphry Davy pada tahun 1810, definisi oleh Lavoisier tersebut harus ditinggalkan.

Kimiawan Inggris pada waktu itu, termasuk Humphry Davy, berkeyakinan bahwa semua asam mengandung hidrogen. Kimiawan Swedia Svante Arrhenius lalu menggunakan landasan ini untuk mengembangkan definisinya tentang asam. Ia mengemukakan teorinya pada tahun 1884.

Pada tahun 1923, Johannes Nicolaus Brønsted dari Denmark dan Martin Lowry dari Inggris masing-masing mengemukakan definisi protonik asam-basa yang kemudian dikenal dengan nama kedua ilmuwan ini. Definisi yang lebih umum diajukan oleh Lewis pada tahun yang sama, menjelaskan reaksi asam-basa sebagai proses transfer pasangan elektron.

Penggunaan asam

Asam memiliki berbagai kegunaan. Asam sering digunakan untuk menghilangkan karat dari logam dalam proses yang disebut "pengawetasaman" (pickling). Asam dapat digunakan sebagai elektrolit di dalam baterai sel basah, seperti asam sulfat yang digunakan di dalam baterai mobil. Pada tubuh manusia dan berbagai hewan, asam klorida merupakan bagian dari asam lambung yang disekresikan di dalam lambung untuk membantu memecah protein dan polisakarida maupun mengubah proenzim pepsinogen yang inaktif menjadi enzim pepsin. Asam juga digunakan sebagai katalis; misalnya, asam sulfat sangat banyak digunakan dalam proses alkilasi pada pembuatan bensin.

Selasa, 17 Januari 2012

Ciri-Ciri Haji Mabrur

Nurul Arifin - Okezone
Selasa, 2 November 2010 13:50 wib
 17  960
detail berita
Ilustrasi. Jamaah haji tengah diperiksa paspornya (Foto: Koran SI)
SURABAYA- Banyak orang yang berangkat haji, namun hanya sedikit yang memperoleh predikat Haji Mabrur. Begitulah ungkapan yang populer selama ini. Ternyata seseorang memperoleh predikat haji mabrur dapat diketahui sepulang dari Tanah Suci.

Menurut Ustaz H Dzulfikar Dawam Ikhwanto, pengasuh Rubrik Islami di salah satu Radio, dalam hadist Nabi disebutkan ada tiga ciri seseorang yang memperoleh haji Mabrur. Ciri-ciri itu dapat dilihat ketika sepulang dari Makkah.

"Ciri-ciri orang yang memperoleh haji mabrur adalah menebarkan kedamaian, meningkatkan ibadah, dan meningkatkan kedermawanan," kata ustaz yang juga dosen di salah satu Perguruan tinggi swasta itu, Selasa (2/11/2010).

Semisal, ada seseorang yang usai berangkat haji memiliki prilaku yang jelek, kadar kemabruran hajinya pasti diragukan. Mestinya, sepulang dari Haji, lanjutnya, yang dulu salatnya tidak teratur menjadi rajin, yang dulu pemarah kini penyabar, yang dulu kasar bicaranya berubah menjadi santun tutur katanya, yang sebelumnya pelit usai haji menjadi dermawan.

Dia juga mengatakan, semua rukun yang dilakukan saat haji hanyalah simbolik semata. Dalam haji ada, Thowaf, Sai, Ihram, melempar Jumroh, menginap di Mina dan lain-lain. Tujuannya adalah bagaimana pascahaji itu. "Mabrur atau tidaknya seseorang akan terlihat setelah pulang dari haji," katanya.

Sama halnya ketika salat. Dalam salat ada rukuk, sujud, takbir serta membaca surat-surat dalam Alquran. Tujuan dari salat adalah mencegah perbuatan keji dan mungkar. Termasuk juga dengan puasa, hanyalah simbol. Intinya agar seseorang menjadi hamba yang bertaqwa.

Yang terpenting saat ini, lanjut dia, adalah bagaimana menata niat sebelum berangkat haji ke Tanah Suci. Sangat disayangkan bila tidak bisa menjadi Haji Mabrur. Sebab, haji merupakan ibadah yang membutuhkan kekuatan fisik, mental serta biaya yang besar. “Niat berangkat haji hanya semata-mata karena Allah semata dan tertanam jauh di dalam hati. Jangan karena yang lain,” ujarnya

Facebook Timeline

Facebook Timeline is a radical new profile page design that Facebook will launch around the end of September 2011. It was announced by Mark Zuckerberg at Facebook's F8 conference following an introduction from SNL's Andy Samberg. (See pictures of Facebook Timeline here.)

Facebook Timeline changes the default profile from a list of your most recent updates to a complete summary of your entire life since birth. It includes photos, videos, status updates and locations you have visited. The new Facebook profile is divided into two main columns, with a line down the middle representing the passage of time. Users are encouraged to add life events which were not captured by Facebook, particularly those that occurred before the person joined Facebook.

Timeline uses an algorithm to assess the most important moments of your life, which can then be edited to your satisfaction. Unwanted updates can be hidden from the Timeline.

The new profile pages are thought to constitute one of Facebook's most extreme redesigns so far, completely reimagining what a social networking profile can be. Timeline also means that Facebook now bears fewer similarities to Google+, a social network from Google which currently uses the standard format of showing the most recent updates first.

Facebook made Timeline available for testing on September 22, 2011 (see How to Enable The New Facebook Timeline"). The response to the new layout has been mixed, with Mashable editor Lance Ulanoff penning an article entitled "Facebook Timeline, Zuckerberg's Biggest Gamble Yet". Charlie White, meanwhile, praised the changes in an article titled: Why I Love the New Facebook Timeline".

Criticisms of Facebook Timeline include claims that by requesting users "complete" their profiles, Facebook is seeking to capture more user data to make its service more appealing to advertisers. Others have expressed concerns about Facebook Timeline's ability to surface information about a person that was previously hard to access, and that Facebook's encouragement to add your date of birth to your profile (among other incentives to add additional personal information) may encourage identity theft.

Facebook Timeline has yet to be launched to all of its 800 million users.